8 menit baca

Nutrisi AB Mix Hidroponik: Takaran, PPM, dan Cara Meraciknya

Panduan takaran nutrisi AB Mix untuk selada hidroponik: cara meracik pekatan, angka ppm dan EC per umur tanaman, plus kesalahan yang paling sering terjadi.

XFarm House
Ditulis oleh Maulana M Yusuf Pemilik Kebun XFarm House
Daftar Isi

Setelah pH, inilah topik yang paling sering ditanyakan orang ke WhatsApp kami: berapa sebenarnya takaran nutrisi AB Mix yang benar untuk selada.

Masalahnya, hampir semua jawaban yang beredar di internet menyebut satu angka tunggal, seolah selada umur seminggu dan selada siap panen butuh kepekatan yang sama. Padahal di kebun kami di Pamulang, Tangerang Selatan, angka itu berubah beberapa kali sepanjang satu siklus tanam, dan berubah lagi kalau cuaca sedang panas. Artikel ini kami tulis dari catatan harian kebun, lengkap dengan angka yang benar-benar kami pakai.

Kenapa AB Mix Dipisah Jadi A dan B

Ini bukan strategi dagang, tapi kebutuhan kimia.

Bagian A memuat kalsium. Bagian B memuat sulfat dan fosfat. Kalau keduanya dicampur dalam bentuk pekat, kalsium akan langsung mengikat sulfat dan fosfat membentuk endapan putih yang tidak bisa diserap tanaman. Nutrisinya masih ada di dalam tandon, tapi wujudnya sudah berubah jadi gumpalan di dasar dan tidak berguna lagi.

Begitu diencerkan dalam jumlah air yang besar, jaraknya cukup jauh sehingga reaksi itu tidak terjadi. Karena itu aturannya sederhana dan tidak boleh dilanggar: A dan B hanya boleh bertemu di dalam tandon yang sudah berisi air, tidak pernah dalam keadaan pekat.

Kalau Anda pernah menemukan endapan putih seperti kapur di dasar tandon padahal takaran sudah benar, hampir pasti sebabnya A dan B dituang berdempetan tanpa diaduk di antaranya.

Takaran Dasar: Dari Serbuk ke Larutan Siap Pakai

Ada dua tahap yang sering tertukar dalam penjelasan orang: membuat pekatan dan membuat larutan siap pakai.

Tahap pertama, membuat pekatan. Serbuk A dilarutkan ke wadah A, serbuk B ke wadah B, dengan volume air sesuai petunjuk kemasan. Hasilnya dua botol pekatan yang bisa dipakai berminggu-minggu.

Tahap kedua, membuat larutan siap pakai. Pekatan A dan B ditakar ke dalam tandon berisi air bersih.

Aturan umum yang berlaku untuk sebagian besar merek AB Mix sayuran daun di pasaran:

Ukuran kemasanJadi pekatanDosis larutan siap pakaiPerkiraan hasil
Paket untuk 1.000 liter5 liter A + 5 liter B5 ml A + 5 ml B per 1 liter air±1.000–1.200 ppm
Paket untuk 500 liter2,5 liter A + 2,5 liter B5 ml A + 5 ml B per 1 liter air±1.000–1.200 ppm

Angka di atas adalah titik awal, bukan kebenaran mutlak. Tiap merek punya formulasi berbeda. Selalu baca petunjuk kemasan, lalu verifikasi dengan TDS meter. Meteran lebih dapat dipercaya daripada rumus mana pun, termasuk rumus di artikel ini.

PPM dan EC: Dua Satuan untuk Hal yang Sama

Kebingungan berikutnya muncul karena ada dua satuan yang beredar, dan orang sering membandingkan angka yang sebenarnya tidak sebanding.

EC mengukur daya hantar listrik larutan dalam satuan mS/cm. PPM adalah hasil konversi dari EC, dan di sinilah masalahnya: ada dua skala konversi yang sama-sama umum dipakai alat di pasaran.

EC (mS/cm)PPM skala 500PPM skala 700
0,8400560
1,0500700
1,2600840
1,68001.120
2,01.0001.400
2,41.2001.680

Artinya, dua orang bisa punya larutan yang persis sama tapi satu membaca 700 ppm dan satunya 500 ppm, hanya karena mereknya memakai skala berbeda. Kami pernah didatangi pemilik kebun yang panik karena merasa nutrisinya jauh terlalu pekat, padahal alatnya cuma memakai skala berbeda dari yang dipakai penjual instalasinya.

Semua angka ppm di artikel ini memakai skala 500, yang paling umum dipakai TDS meter murah di Indonesia. Kalau alat Anda memakai skala 700, kalikan angka kami dengan 1,4.

Kepekatan Selada Menurut Umur Tanaman

Inilah tabel yang sebenarnya paling dicari orang. Angka ini yang kami pakai sehari-hari untuk selada daun.

FaseUmurTarget ppmCatatan
Semai, sebelum daun sejatiHari 0–70 (air bersih saja)Akar belum siap menerima hara
Bibit mudaHari 7–14400–600Terlalu pekat di fase ini membakar akar muda
Pertumbuhan daunHari 14–28700–900Naikkan bertahap, jangan melompat
Menjelang panenHari 28–40900–1.200Batas atas hanya untuk cuaca sejuk

Dua catatan jujur yang jarang disebut penjual nutrisi:

Pertama, batas 1.200 ppm itu batas atas, bukan target. Di dataran rendah Jabodetabek yang siangnya bisa 33 derajat, kami justru menahan kepekatan di kisaran 800 sampai 1.000 ppm. Kepekatan tinggi ditambah suhu tinggi membuat tanaman kesulitan menarik air, dan hasilnya ujung daun mengering seperti terbakar. Kalau musim sedang panas-panasnya, menurunkan kepekatan justru menyelamatkan panen.

Kedua, kepekatan naik sendiri tanpa Anda tambah apa pun. Air di tandon menyusut karena diserap tanaman dan menguap, sementara garam nutrisinya tetap tinggal. Tandon yang tiga hari tidak ditengok bisa naik dari 900 ke 1.300 ppm dengan sendirinya. Karena itu yang ditambahkan saat air menyusut adalah air bersih, bukan nutrisi, kecuali setelah diukur ternyata memang kurang.

PPM Dasar Air Baku Sering Dilupakan

Angka di tabel tadi adalah kepekatan larutan akhir, bukan seberapa banyak nutrisi yang Anda tuang.

Air PAM di Jabodetabek umumnya sudah punya nilai 100 sampai 200 ppm sebelum ditambah apa pun. Air sumur di beberapa kawasan bisa lebih tinggi lagi, dan air tanah di area dekat pantai bisa jauh di atas itu.

Kalau air baku Anda sudah 180 ppm dan target akhirnya 900 ppm, berarti nutrisi yang ditambahkan hanya menyumbang 720 ppm. Yang perlu Anda pastikan tetap angka akhirnya, tapi mengetahui ppm dasar membantu Anda memahami kenapa takaran di kemasan kadang menghasilkan angka yang berbeda dari perkiraan.

Kalau air baku Anda sudah di atas 400 ppm, sebaiknya cari sumber air lain. Ruang untuk meracik nutrisi jadi sangat sempit, dan kandungan garam bawaannya belum tentu unsur yang dibutuhkan tanaman.

Lima Kesalahan Meracik yang Paling Sering Kami Temui

1. Mencampur pekatan A dan B langsung. Sudah dibahas di atas, dan ini penyebab endapan nomor satu.

2. Mengukur pH sebelum nutrisi dimasukkan. Nutrisi mengubah pH larutan. Mengukur dan mengoreksi pH di air kosong adalah pekerjaan sia-sia. Urutannya selalu: air, pekatan A, aduk, pekatan B, aduk, ukur ppm, baru ukur dan koreksi pH.

3. Menambah nutrisi ketika daun menguning. Ini refleks yang wajar tapi sering keliru. Dari kebun-kebun yang pernah kami periksa, penyebab tersering daun menguning justru pH di luar rentang atau akar yang kekurangan oksigen, bukan kurang nutrisi. Menambah kepekatan pada kondisi itu memperburuk keadaan. Kami bahas urutan pemeriksaannya di artikel daun selada hidroponik menguning.

4. Memakai formula buah untuk selada. AB Mix dijual dalam beberapa formula. Selada butuh formula sayuran daun yang nitrogennya lebih tinggi. Formula buah membuat selada tumbuh lambat dan cenderung cepat berbunga.

5. Tidak pernah menguras tandon. Tanaman menyerap unsur hara dengan laju berbeda-beda, jadi komposisi larutan lama-lama menjadi timpang meskipun angka ppm-nya terlihat normal. TDS meter hanya membaca total garam terlarut, bukan komposisinya. Kami menguras dan mengganti larutan setiap dua sampai tiga minggu.

Berapa Sebenarnya Biaya Nutrisi

Ini bagian yang membuat banyak orang lega setelah mengetahuinya.

Untuk kebun rumahan 200 lubang tanam, biaya nutrisi berkisar Rp50.000 sampai Rp100.000 per siklus tanam yang panjangnya sekitar 40 hari. Anggap Rp75.000 per bulan. Nutrisi bukan pos biaya yang besar dalam operasional kebun hidroponik, dan ini juga berarti berhemat pada nutrisi tidak masuk akal secara ekonomi.

Yang jauh lebih mahal adalah satu siklus tanam yang gagal karena takarannya salah. Empat puluh hari terbuang, dan biaya listrik pompa selama periode itu tetap berjalan. Rincian lengkap pos biaya lainnya kami tulis di artikel biaya membuat kebun hidroponik.

Meracik Sendiri dari Pupuk Tunggal, Perlu Tidak?

Sebagian orang tertarik meracik AB Mix sendiri dari pupuk tunggal seperti kalsium nitrat, kalium nitrat, dan sebagainya. Secara biaya, ini memang lebih murah per liternya.

Tapi jujur saja, untuk skala rumahan sampai beberapa ratus lubang, selisihnya tidak sebanding dengan risikonya. Anda perlu timbangan digital dengan ketelitian gram, pemahaman perbandingan unsur, dan tempat penyimpanan yang benar untuk masing-masing bahan. Salah menimbang satu unsur bisa merusak seluruh siklus.

Meracik sendiri baru mulai masuk akal di skala komersial dengan konsumsi ribuan liter per bulan, dan setelah Anda punya jam terbang cukup untuk mengenali gejala kelebihan atau kekurangan unsur tertentu dari penampilan daun. Untuk sekarang, beli jadi saja.

Kalau Angkanya Sudah Benar tapi Tanaman Tetap Bermasalah

Nutrisi cuma satu dari beberapa faktor. Kalau ppm dan pH sudah di rentang yang benar tapi tanaman tetap tidak tumbuh sebagaimana mestinya, periksa jam cahaya matahari langsung, aliran dan debit pompa, serta kondisi akar. Panduan lengkap dari semai sampai panen ada di cara menanam selada hidroponik.

Kalau sudah dicoba semua dan tetap buntu, kirimkan saja foto tanaman, foto akar, serta angka pH dan ppm Anda ke WhatsApp kami. Konsultasi ringan lewat pesan tidak kami pungut biaya, dan sering kali masalahnya selesai di situ.

Untuk kasus yang tidak terlihat dari foto, kami melayani konsultasi dan audit kebun hidroponik dengan pengukuran langsung di lokasi. Kalau Anda lebih ingin memahami dasarnya sekalian praktik, ada juga pelatihan hidroponik di kebun kami yang sedang berproduksi.

Chat WhatsApp untuk tanya takaran nutrisi AB Mix

Kalau yang Anda Butuhkan Sebenarnya Cuma Seladanya

Kami perlu jujur di bagian penutup ini.

Kalau tujuan Anda adalah punya selada segar di kulkas setiap minggu, dan membaca artikel ini justru membuat Anda merasa repot, membeli langsung hampir selalu lebih masuk akal daripada membangun kebun. Selada Keriting kami Rp35.000 per kilogram, dipanen pagi dan diantar hari yang sama untuk area Tangerang Selatan dan sekitarnya. Varietas lainnya bisa dilihat di katalog produk.

Tapi kalau Anda menikmati prosesnya, mengukur ppm tiap pagi itu justru bagian yang menyenangkan. Kebun kami dimulai dari rasa penasaran yang persis sama.

#nutrisi ab mix#ppm selada hidroponik#perawatan#panduan

Produk yang Dibahas di Artikel Ini